Industri konten di Indonesia kompak satu suara mengenai dampak kerusakan yang disebabkan oleh situs web pembajakan lokal terhadap industri mereka.
"APFI prihatin dengan hasil studi baru yang ditugaskan oleh CAP mengungkapkan bahwa 63% dari konsumen online Indonesia telah mengakses situs web bajakan atau situs torrent. Pencurian konten tidak dapat disangkal merugikan industri kreatif Indonesia dengan mencuri hak cipta. Situs web ilegal ini juga menempatkan pengguna pada risiko tinggi terkena malware (perangkat lunak berbahaya)," ujar Chand Parwez, selaku Ketua Asosiasi Perusahaan Film Indonesia (APFI).
Neil Gane selaku General Manager Coalition Against Piracy (CAP) mengatakan bahwa risiko tinggi yang bakal dihadapi oleh konsumen yang mengakses situs web bajakan dan aplikasi terlarang adalah virus dan malware.
"Kerusakan yang dilakukan oleh pencurian konten terhadap industri kreatif Indonesia adalah tanpa kompromi. Namun, kerusakan yang terjadi pada konsumen Indonesia sendiri, karena hubungan antara pembajakan konten dan malware, baru mulai dikenal. Ekosistem pembajakan ini bias menjadi tempat yang subur untuk malware. Keinginan untuk hal yang gratis dan mengakses konten curian melalui situs bajakan atau perangkat streaming ilegal membutakan mata beberapa konsumen dari risiko nyata infeksi malware berbahaya seperti spyware," ujarnya.