Tantangan terbesar yang dihadapi oleh Frederika, salah satu pemeran, adalah menguasai logat Banjar, yang membutuhkan pelatih dialog khusus. Frederika mengungkapkan itu adalah salah satu aspek tersulit dari film tersebut, tetapi dengan adanya pelatih dan dukungan tim, dia berhasil menguasainya.
Selain itu, dia juga mengalami kesulitan melepaskan diri dari karakter setelah syuting selesai. Frederika bercerita bahwa ada momen dia merasa seperti 'kesurupan' karakter, bahkan setelah sutradara mengatakan cut.
Fahad, rekan main Frederika, menggambarkan Frederika sebagai sosok yang charming tetapi pendiam. Dia juga mencatat bahwa sifat ini sedikit mirip dengan karakter yang diperankan Frederika, yang awalnya terlihat pendiam tetapi ternyata memiliki sisi lain yang penuh kejutan.
Proses bonding antara Fahad dan Frederika sebagai pasangan di layar juga berlangsung alami, dengan mereka menghabiskan waktu bersama setiap hari selama proses syuting.
Sutradara film ini, Rizal Mantovani mendapat pujian dari para aktor atas pendekatannya yang kolaboratif. Dia selalu terbuka terhadap masukan para pemain, baik terkait karakter maupun adegan. Diskusi yang intens ini bahkan tetap berlangsung selama syuting untuk memastikan hasil terbaik.