Terinspirasi Roehana Koeddoes, Meutya Hafid Cerita Tantangan Jadi Jurnalis Perempuan di Daerah Konflik

Niko Prayoga
Menkomdigi Meutya Hafid saat memberikan sambutan dalam diskusi 3 Wajah Roehana Koeddoes, Pahlawan Nasional sekaligus jurnalis perempuan pertama di Indonesia. (Foto: Aldhi Chandra)

Menurut Meutya, pandangan tersebut tidak sepenuhnya tepat karena banyak jurnalis laki-laki dari berbagai negara juga mengalami risiko serupa di wilayah konflik. Meski begitu, dia menegaskan semua tantangan tersebut justru memperkuat mental dan keberaniannya sebagai jurnalis.

Meutya mengakui, keteguhan itu tak lepas dari inspirasi Roehana Koeddoes, jurnalis perempuan pertama Indonesia yang juga telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Dia menyebut Roehana sebagai simbol perjuangan panjang jurnalis perempuan yang telah dimulai sejak lebih dari seabad lalu.

"Dan ini mengingatkan saya memberi kekuatan saya, rasa bagi kita semua bahwa perjuangan itu ada dari sejak tahun 1911 bahkan sebelumnya,” ujar Meutya.

Dia menilai Roehana Koeddoes sebagai pionir yang membuka jalan bagi perempuan untuk bersuara di dunia pers, sekaligus menjadi pemantik semangat bagi jurnalis perempuan di era digital saat ini.

"Ibu Roehana Koeddoes menjadi pionir yang membuat kita semua harus terus semangat di era saat ini,” ujarnya.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
3 hari lalu

Temui Kapolri, Menkomdigi Minta Judi Online hingga Pencuri Kabel Internet Ditindak

3 hari lalu

Kapolri Jenderal Suyudi Bertemu Menkomdigi, bakal Tindak Tegas Judol hingga Love Scam

3 hari lalu

Meutya Hafid Sebut Profesi Wartawan Rentan Alami Gangguan Jiwa

3 hari lalu

Meutya Hafid Minta Perusahaan Media Wajibkan Debriefing bagi Jurnalis usai Liputan Berat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal