Meski tidak perlu panik, paparan abu vulkanik tetap sebaiknya diminimalkan.
USGS merekomendasikan masyarakat menghindari paparan abu yang tidak diperlukan dan menggunakan masker yang efektif ketika harus berada di luar ruangan. Partikel abu yang sangat halus dapat masuk lebih jauh ke paru-paru dan berpotensi menimbulkan gangguan pernapasan.
CDC juga merekomendasikan penggunaan respirator N95 yang disetujui NIOSH untuk membantu melindungi paru-paru dari abu vulkanik.
Kelompok seperti anak-anak, orang dengan asma, serta mereka yang memiliki penyakit pernapasan atau jantung perlu lebih berhati-hati terhadap paparan abu vulkanik.
Dengan demikian, pernyataan Stella Christie mengenai potensi bahaya silika memiliki dasar ilmiah. Namun, bukan berarti setiap orang yang menghirup abu vulkanik akan terkena kanker.
Risiko kanker terutama menjadi perhatian pada paparan respirable crystalline silica yang tinggi dan berkepanjangan. Untuk masyarakat yang sedang menghadapi hujan abu, langkah paling penting adalah mengurangi paparan, tetap berada di dalam ruangan ketika kondisi abu pekat, serta menggunakan perlindungan pernapasan yang sesuai ketika harus keluar rumah.