Karena itu, masyarakat tidak perlu mengartikan paparan abu vulkanik sebagai ancaman kanker secara otomatis.
USGS menyebut efek kesehatan yang paling umum akibat hujan abu vulkanik dalam jangka pendek adalah iritasi mata dan saluran pernapasan. Abu juga dapat memperburuk penyakit pernapasan yang sudah dimiliki seseorang, seperti asma dan bronkitis.
CDC juga menyebut paparan abu dan gas vulkanik dalam jangka lebih panjang telah dikaitkan dengan sejumlah gangguan kesehatan, termasuk penyakit paru dan kanker paru.
Artinya, risiko kanker tidak bisa disamakan dengan efek akut setelah seseorang menghirup abu dalam satu kejadian erupsi.
Faktor yang perlu diperhatikan antara lain jenis abu, kandungan crystalline silica, ukuran partikel, konsentrasi paparan, frekuensi, serta lamanya seseorang terpapar.