Akademisi Lakukan Penelitian Ilmiah untuk Kurangi Kebiasaan Merokok

Vien Dimyati
Penelitian untuk mengurangi kebiasaan merokok (Foto: bustle)

BANDUNG, iNews.id - Sudah menjadi hal umum jika rokok bakar dapat menyebabkan berbagai macam penyakit degeneratif. Memang agak sulit lepas dari rokok, namun kebiasaan merokok bakar ini dapat dikurangi dengan tembakau alternatif.

Bahkan, para peneliti dunia telah membuktikan implementasi konsep pengurangan risiko (harm reduction) dengan menggunakan produk tembakau alternatif. Salah satunya dengan rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan yang memiliki risiko rendah daripada rokok.

Sejumlah negara seperti Jepang dan Inggris telah mengatur penggunaan produk ini melalui kebijakan nasionalnya. Sebaliknya, di dalam negeri masih minim informasi mengenai riset dan penelitian terkait tembakau alternatif. Padahal alternatif ini dapat dimanfaatkan untuk perlindungan kesehatan masyarakat.

Peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP), Amaliya menyatakan, pemerintah dan pemangku kepentingan harus segera melakukan riset terhadap produk tembakau alternatif. Pasalnya, riset lokal yang meneliti tentang inovasi ini masih sangat minim dan membutuhkan dukungan penuh dari berbagai pihak, terutama pembuat kebijakan maupun akademisi.

Sebelumnya, YPKP secara independen telah melakukan penelitian mengenai bahaya TAR yang terdapat pada rokok bagi kesehatan. Hal ini sebagai contoh kekeliruan yang kerap beredar di masyarakat dan menganggap penyakit yang timbul akibat kebiasaan merokok karena kandungan nikotin di dalamnya.

“Kajian ilmiah komprehensif yang dilakukan pemerintah dan pemangku kepentingan lain nantinya dapat menjadi acuan dalam memberikan informasi akurat kepada publik, sehingga menghapus polemik yang masih berlangsung hingga saat ini. Peranan riset sangat penting untuk meluruskan fakta bermanfaat bagi perokok dewasa yang selama ini dibayang-bayangi oleh informasi tanpa landasan ilmiah dan berita-berita hoax,” kata Amaliya, melalui keterangannya, di Jakarta, belum lama ini.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
26 hari lalu

Polda Metro Bongkar Lab Tembakau Sintetis di Gambir Jakpus, Pelaku Jualan di Medsos

2 bulan lalu

BPS Catat Inflasi Tahunan Tembus 3,19 Persen, Ini Pendorongnya

3 bulan lalu

BPS Catat RI Deflasi 0,14 Persen di Juli 2026, Dipicu Makanan-Minuman dan Tembakau

5 bulan lalu

Hari Tanpa Tembakau Sedunia 31 Mei 2026, Ahli Tegaskan Rokok Sumber Penyakit!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal