Bagi brand yang tumbuh di tengah social commerce, hubungan dengan masyarakat memang tidak lagi hanya berlangsung ketika seseorang melihat konten atau membeli produk. Interaksi dapat berkembang menjadi pengalaman bersama yang terjadi di luar layar.
Dalam kegiatan bersama anak-anak penyintas kanker tersebut, produk maupun hadiah bukan ditempatkan sebagai pusat kegiatan. Kebersamaan justru menjadi pengalaman utama yang ingin dibangun.
Cara tersebut juga membuat dokumentasi kegiatan diarahkan pada pengalaman peserta, bukan mengekspos kondisi kesehatan mereka. Anak-anak tetap ditampilkan melalui aktivitas dan interaksi yang mereka jalani sehingga identitas sebagai penyintas kanker tidak menjadi satu-satunya cerita tentang diri mereka.
Pada akhirnya, kebutuhan anak penyintas kanker tidak berhenti pada perawatan dan dukungan selama menjalani masa sulit. Mereka juga membutuhkan lingkungan yang memungkinkan mereka tetap tumbuh, berinteraksi, dan menikmati berbagai pengalaman masa kanak-kanak.
Bermain bersama teman, membuat sesuatu dengan tangan sendiri, tertawa, bercerita, atau sekadar menghabiskan waktu dalam suasana menyenangkan bisa menjadi pengalaman sederhana yang memiliki arti.