Anak-Anak Penyintas Kanker Butuh Teman Bermain dan Ruang untuk Bahagia, Ini Alasannya

Muhammad Sukardi
Ilustrasi anak-anak penyintas kanker beraktivitas. (Foto: Istimewa)

Karena itu, melihat anak penyintas kanker tidak semata-mata dari penyakitnya menjadi bagian penting dalam membangun interaksi yang lebih manusiawi.

Ekma menyebut aktivitas semacam ini akan terus dikembangkan melalui pendekatan berbasis komunitas dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

"Kami ingin dikenal bukan hanya dari apa yang kami jual, tetapi juga dari bagaimana kami memperlakukan orang-orang yang kami temui sepanjang perjalanan brand ini," kata Ekma.

Bagi anak-anak penyintas kanker, pada akhirnya yang dibutuhkan bukan selalu perlakuan khusus. Ada kalanya mereka hanya membutuhkan sesuatu yang sangat sederhana, yaitu teman untuk bermain, seseorang yang mau mendengar, dan ruang untuk menikmati hari tanpa harus terus dilihat dari penyakit yang pernah mereka lalui.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
3 hari lalu

Bukan Cuma Perokok Aktif, Dokter Ungkap 5 Kelompok Ini Berisiko Kena Kanker Paru

4 hari lalu

Aida Saskia Pensiun dari Dunia Malam usai Selamat dari Kanker Stadium 3, Mantap Berhijab

4 hari lalu

5 Tahun Lawan Kanker Stadium 3, Aida Saskia Sempat Dikira Tak Panjang Umur

16 jam lalu

5 Penyakit Ini Diam-Diam Hantui Warga Jakarta Imbas Kekeringan September 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal