Salah satu jenis kelainan refraksi yang dapat dialami anak adalah miopia atau rabun jauh. Kondisi ini membuat objek yang berada pada jarak jauh terlihat kabur, sedangkan objek dekat umumnya masih terlihat jelas.
Selain miopia, anak juga dapat mengalami hipermetropia atau rabun dekat dan astigmatisme atau mata silinder. Setiap kondisi memiliki karakteristik berbeda sehingga diperlukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab gangguan penglihatan dan menentukan penanganan yang sesuai.
Selain kebiasaan menyipitkan mata, ada beberapa tanda yang perlu diperhatikan orang tua.
1. Sering menyipitkan mata
Anak menyipitkan mata ketika melihat televisi, membaca tulisan di papan tulis, atau memperhatikan objek dari kejauhan. Kebiasaan ini dapat menjadi petunjuk adanya kesulitan melihat dengan jelas.
2. Mendekatkan buku ke wajah
Anak terbiasa memegang buku terlalu dekat atau duduk dekat dengan televisi. Jika dilakukan berulang kali, kebiasaan tersebut perlu diperhatikan, meskipun tidak selalu menandakan gangguan penglihatan.