Prof Tjahjono menekankan pemeriksaan mata secara berkala diperlukan untuk mendeteksi gangguan penglihatan sedini mungkin.
Dia menyebutkan pemeriksaan mata dapat diulang setiap enam bulan hingga satu tahun, sesuai kondisi mata dan anjuran dokter.
Orang tua sebaiknya membawa anak untuk menjalani pemeriksaan jika kebiasaan menyipitkan mata, kesulitan melihat papan tulis, atau keluhan penglihatan lainnya terjadi berulang kali.
Pemeriksaan juga perlu dipertimbangkan ketika anak sering mengeluhkan pandangan kabur, sakit kepala saat membaca, atau kesulitan melihat objek pada jarak tertentu. Dokter akan mengevaluasi kondisi mata dan menentukan apakah anak membutuhkan kacamata atau penanganan lain.
Selain memperhatikan gejala, orang tua dapat membiasakan anak beristirahat secara berkala saat menggunakan perangkat digital, menjaga jarak pandang yang nyaman, serta melakukan aktivitas di luar ruangan secara teratur.