Menurut dr. Cecep, latihan tersebut dapat dilakukan selama lima menit sebanyak tiga kali sehari, yakni setelah makan siang, setelah makan malam, dan sebelum tidur.
Dia menyebut latihan secara rutin selama empat hingga delapan minggu berpotensi membantu mengurangi gejala refluks asam lambung. Meski demikian, hasilnya dapat berbeda pada setiap orang dan latihan ini bukan pengganti pengobatan medis.
3. Jaga Berat Badan dan Kenali Pemicu
Menjaga berat badan tetap sehat juga dapat membantu mengurangi gejala refluks asam lambung. Bagi orang dengan berat badan berlebih, penurunan berat badan secara bertahap dapat memberikan manfaat.
Selain itu, penting untuk mengenali makanan dan minuman yang memicu keluhan. Pemicu refluks bisa berbeda pada setiap orang sehingga mencatat makanan yang dikonsumsi dan gejala yang muncul dapat membantu menentukan hal-hal yang perlu dibatasi.
Jika keluhan sering berulang, mengganggu tidur, atau tidak membaik meski sudah melakukan perubahan gaya hidup, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.
dr Cecep juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala yang berpotensi serius, seperti nyeri dada, kesulitan menelan, muntah darah, tinja berwarna hitam, muntah terus-menerus, atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
Latihan pernapasan dan perubahan gaya hidup dapat menjadi langkah pendukung untuk membantu mengendalikan gejala. Namun, keduanya tidak boleh menggantikan pemeriksaan dan pengobatan dari dokter jika memang diperlukan.