JAKARTA, iNews.id - Kasus selebgram Julia Prastini alias Jule yang diamankan polisi setelah menggunakan vape narkoba mengandung etomidate membuka perhatian terhadap bahaya zat tersebut bagi kesehatan.
Polisi menyebut Jule positif mengonsumsi etomidate setelah diamankan pada 14 September 2026. Dari apartemen tempat Jule berada, penyidik menemukan empat cartridge, tiga di antaranya sudah kosong dan satu masih berisi etomidate. Jule juga mengaku baru menggunakan zat tersebut sekitar dua hingga tiga minggu.
Etomidate bukan zat yang sejak awal dibuat untuk vape. Dalam dunia kedokteran, etomidate merupakan obat anestesi intravena dengan kerja sangat singkat yang digunakan untuk membantu induksi anestesi umum.
Namun, ketika digunakan di luar indikasi medis dan dimasukkan ke cairan vape, risikonya berbeda. Bukti medis dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan penggunaan etomidate melalui rokok elektronik dapat menyebabkan gangguan kesadaran sekaligus memengaruhi fungsi kelenjar adrenal.
Lantas, apa saja bahayanya? Berikut ini informasi selengkapnya.
Etomidate bekerja pada reseptor GABA-A di sistem saraf pusat, sehingga menghasilkan efek depresan atau menekan aktivitas sistem saraf. Dalam penggunaan medis, zat ini dikenal memiliki onset dan durasi kerja yang sangat singkat.