Benarkah Penderita Osteoporosis Tak Boleh Olahraga? Ini Kata Dokter

Niko Prayoga
Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi dan Traumatologi Subspesialis Cedera Olahraga Siloam Hospitals Mampang, dr. Henry Suhendra, Sp.OT, Subsp.CO(K). (Foto: Niko Prayoga)

Dia menjelaskan, ketika seseorang melakukan latihan beban, otot akan bekerja melawan beban sehingga menjadi lebih kuat dan besar. Otot yang semakin kuat kemudian memberikan tarikan pada tulang. Proses inilah yang turut membantu menjaga kekuatan tulang.

Karena itu, menghindari seluruh aktivitas olahraga justru bukan pilihan tepat bagi penderita osteoporosis. Sebaliknya, aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur dapat membantu menjaga kesehatan otot sekaligus tulang.

Dokter Henry menyebutkan ada dua jenis olahraga yang bisa menjadi pilihan, yakni kardio dan latihan beban. Olahraga kardio bermanfaat untuk menjaga kebugaran jantung dan kapasitas aerobik atau VO2 max.

Beberapa aktivitas kardio yang bisa dilakukan antara lain berjalan kaki, berenang, bersepeda, dan senam aerobik. Sementara itu, latihan beban diperlukan untuk memberikan rangsangan mekanis pada tulang.

Khusus lansia, dr Henry menyarankan agar lebih berhati-hati dalam memilih olahraga. Dia tidak menganjurkan aktivitas berlari bagi kelompok usia lanjut karena perlu mempertimbangkan kondisi lutut dan kemampuan fisik.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
16 jam lalu

Waspada! Tubuh Makin Bungkuk dan Pendek Bisa Jadi Tanda Osteoporosis

10 hari lalu

Apakah Kekurangan Vitamin D Berisiko Osteoporosis? Dokter Bongkar Faktanya!

10 hari lalu

Osteoporosis Tak Hanya Hantui Lansia, Usia 20-an Sudah Harus Waspada!

6 jam lalu

Tulang Keropos Bisa Dicegah, Dokter Sarankan Terapkan 4 Kebiasaan Ini

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal