Dia menjelaskan, ketika seseorang melakukan latihan beban, otot akan bekerja melawan beban sehingga menjadi lebih kuat dan besar. Otot yang semakin kuat kemudian memberikan tarikan pada tulang. Proses inilah yang turut membantu menjaga kekuatan tulang.
Karena itu, menghindari seluruh aktivitas olahraga justru bukan pilihan tepat bagi penderita osteoporosis. Sebaliknya, aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur dapat membantu menjaga kesehatan otot sekaligus tulang.
Dokter Henry menyebutkan ada dua jenis olahraga yang bisa menjadi pilihan, yakni kardio dan latihan beban. Olahraga kardio bermanfaat untuk menjaga kebugaran jantung dan kapasitas aerobik atau VO2 max.
Beberapa aktivitas kardio yang bisa dilakukan antara lain berjalan kaki, berenang, bersepeda, dan senam aerobik. Sementara itu, latihan beban diperlukan untuk memberikan rangsangan mekanis pada tulang.
Khusus lansia, dr Henry menyarankan agar lebih berhati-hati dalam memilih olahraga. Dia tidak menganjurkan aktivitas berlari bagi kelompok usia lanjut karena perlu mempertimbangkan kondisi lutut dan kemampuan fisik.