Menurut dr Tirta, menghubungkan konsumsi MSG dengan penurunan kemampuan otak hingga membuat seseorang menjadi "bodoh" merupakan kesimpulan yang sangat jauh dari fakta ilmiah. Dia mengatakan, jika ingin memberikan dampak langsung terhadap otak, seseorang harus mengonsumsi MSG dalam jumlah yang sangat besar, bahkan hingga sekitar satu kilogram dalam sehari.
"Jadi ya, buat Kawan-kawan semua ya, sebenarnya terlalu banyak MSG terus membuat goblok tuh jauh banget hubungannya dan harus dalam jumlah yang sangat besar," katanya.
Sebab itu, dia mengimbau masyarakat tetap membatasi konsumsi MSG setiap hari. Bukan karena khawatir merusak otak, melainkan untuk mengurangi risiko hipertensi akibat asupan natrium yang berlebihan.
"Jadi, teman-teman, MSG itu konsumsinya harus dibatasi per hari, karena akan risiko menyebabkan gangguan hipertensi. Udah, itu aja, dan MSG itu kan sebenarnya penguat rasa. Rasa manis jadi sangat manis, rasa gurih jadi sangat gurih," ujarnya.
Dia menambahkan, fungsi utama MSG hanyalah sebagai penguat rasa pada makanan. Sebab itu, penggunaannya sebaiknya secukupnya agar cita rasa makanan tetap terjaga tanpa meningkatkan risiko gangguan kesehatan di kemudian hari.