Bukan Cuma Bikin Stres, Sering Overthinking Dikaitkan dengan Risiko Penurunan Kognitif

Mei Sada Sirait
Bukan cuma bikin stres, kebiasaan overthinking atau berpikir negatif secara berulang juga dikaitkan dengan risiko penurunan kognitif. (Foto: Ilustrasi AI))

Repetitive negative thinking sendiri mencakup pola pikiran negatif yang terus berulang. Contohnya rumination, yakni terus memikirkan kejadian buruk di masa lalu, serta kekhawatiran berulang mengenai hal-hal yang mungkin terjadi di masa depan.

Meski menemukan kaitan dengan perubahan kognitif dan penanda biologis Alzheimer, penelitian tersebut tidak membuktikan overthinking secara langsung menyebabkan Alzheimer.

“Nah tapi, penelitian ini sifatnya baru mencari hubungan ya, bukan sebab-akibat,” kata Adam.

Para peneliti menyebut masih diperlukan penelitian lanjutan untuk mengetahui apakah mengurangi repetitive negative thinking benar-benar dapat menurunkan risiko Alzheimer.

Adam pun mengingatkan temuan tersebut dapat menjadi perhatian untuk mulai mengelola kebiasaan berpikir negatif. “Namun tetap perlu jadi alarm untuk kita agar lebih mengelola kebiasaan berpikir negatif untuk menjaga kondisi otak,” ujarnya.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
21 jam lalu

Sering Berpikir Negatif! Ini Dampaknya bagi Fungsi Otak

1 bulan lalu

Sering Overthinking Jangan Minder, Bisa Jadi Otakmu Lebih Cerdas

1 bulan lalu

Sering Overthinking Bisa Jadi Tanda IQ Tinggi? Ini Penjelasan Dokter

4 bulan lalu

Kenapa Gen Z Gampang Overthinking? Psikolog Ungkap Penyebab Utamanya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal