Fase tersebut penting diperhatikan karena kondisi pasien dengue dapat berubah dengan cepat.
Risiko infeksi berulang membuat upaya pencegahan dengue tetap diperlukan. Pencegahan tidak hanya dilakukan ketika kasus sedang meningkat, tetapi perlu menjadi kebiasaan sepanjang tahun.
Langkah yang dapat dilakukan antara lain pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
Upaya tersebut juga dapat diperkuat dengan pemantauan jentik melalui Jumantik, surveilans, deteksi dini, serta pengendalian vektor.
Selain metode konvensional, Indonesia juga mengembangkan sejumlah inovasi dalam pengendalian dengue, termasuk teknologi Wolbachia dan vaksinasi dengue sesuai kebijakan pemerintah.