PETALING JAYA, iNews.id - Konsultan Bedah Payudara dan Endokrin Hospital Picaso Malaysia dr Normayah Kitan menegaskan, filler untuk memperbesar payudara tidak hilang dalam tubuh. Itu kenapa, tindakan estetika payudara dengan filler berbahaya.
"Banyak tukang estetika bilang filler payudara itu bisa hilang dalam tubuh, penipu itu. Filler yang disuntikkan ke payudara untuk tujuan estetika itu tidak larut dalam badan manusia," tegas dr Normayah saat ditemui di Hospital Picaso Petaling Jaya, Malaysia, beberapa hari lalu.
Malah, sambung dr Normayah, tindakan estetika memperbesar payudara dengan filler itu bisa meningkatkan risiko infeksi berkepanjangan dan kanker payudara. Kenapa bisa begitu?
Dokter Normayah menjelaskan, prosedur penyuntikkan di beberapa area payudara itu memicu risiko infeksi, terlebih jika dilakukan sembarangan. Selain itu, memasukkan filler ke area tissue payudara dapat meningkatkan risiko keparahan organ dalam.
"Saya pernah ada kasus, dia perempuan yang injeksi filler ke payudara. Filler itu telah menyatu dengan sel payudara, dan menginfeksi area payudara hingga ke wajah," paparnya.
"Jadi, secara alamiah Tuhan itu menciptakan tubuh manusia dengan sedemikian rupa. Jika tubuh ini kemasukkan benda asing, maka secara otomatis tubuh mencoba untuk mengeluarkannya, dan filler payudara itu pindah ke wajah dan wajah pasien jadi infeksi parah," lanjut dr Normayah.