Menurutnya, perubahan posisi gigi akibat kehilangan gigi dapat mengganggu proses mengunyah makanan. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut juga berpotensi memengaruhi kenyamanan saat berbicara dan meningkatkan risiko gangguan pada sendi rahang.
Sebelum menentukan metode perawatan, dokter gigi perlu melakukan pemeriksaan menyeluruh. Pemeriksaan ini bertujuan menilai kondisi tulang rahang, jaringan gusi, serta kesehatan rongga mulut secara keseluruhan agar penanganan yang dipilih sesuai dengan kebutuhan pasien.
Salah satu pilihan untuk menggantikan gigi yang hilang atau ompong adalah implan gigi. Perawatan ini dilakukan dengan menanamkan penyangga menyerupai akar gigi ke dalam tulang rahang sebagai tempat melekatnya gigi pengganti. Namun, tindakan tersebut tidak dapat dilakukan pada semua orang tanpa evaluasi terlebih dahulu.
Dokter Gigi James yang juga Head of Clinic SMART Dental Muara Karang mengatakan, kondisi tulang rahang yang cukup kuat menjadi salah satu syarat penting agar pemasangan implan dapat memberikan hasil yang optimal. Apabila ditemukan masalah pada gusi atau tulang, pasien mungkin memerlukan perawatan pendukung sebelum menjalani prosedur tersebut.
Masalah kesehatan gigi di Indonesia masih tergolong tinggi. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang diterbitkan Kementerian Kesehatan, sebanyak 56,9 persen penduduk usia tiga tahun ke atas mengalami masalah gigi dan mulut. Namun, hanya 11,2 persen yang memperoleh perawatan dari tenaga kesehatan gigi.