Risiko ini perlu menjadi perhatian karena bayi baru lahir masih sangat rentan terhadap gangguan kesehatan. Diare dan muntah, misalnya, dapat menyebabkan kehilangan cairan yang berbahaya apabila tidak segera ditangani.
Karena itu, telur mentah tidak boleh digunakan sebagai upaya pengobatan untuk mengatasi demam atau keluhan kesehatan lainnya pada bayi.
IDAI juga menegaskan bahwa telur mentah tidak memberikan keuntungan gizi yang dapat membenarkan risiko pemberiannya kepada bayi. Keamanan, tekstur, dan cara penyajian makanan harus selalu disesuaikan dengan usia serta kemampuan makan anak.
Selain mengingatkan risiko telur mentah, IDAI menegaskan pentingnya memenuhi kebutuhan nutrisi bayi sesuai tahap perkembangannya.
IDAI mendukung rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan, kemudian melanjutkan pemberian ASI bersama makanan pendamping ASI (MPASI) hingga usia dua tahun atau lebih.