Ingin Berobat Kanker Langka ke Singapura? Ini yang Perlu Dipertimbangkan

Muhammad Sukardi
Ilustrasi pasien kanker langka. (Foto: Ilustrasi AI)

Hal yang perlu ditanyakan meliputi estimasi biaya pemeriksaan dan pengobatan, kebutuhan kunjungan berulang, durasi tinggal, transportasi, akomodasi, serta kemungkinan biaya tambahan jika diperlukan pemeriksaan lanjutan.

Pasien juga perlu memikirkan kesinambungan perawatan setelah kembali ke Indonesia. Sebelum memulai terapi, diskusikan bagaimana hasil pemeriksaan dan rekomendasi dokter di Singapura dapat dikoordinasikan dengan dokter yang menangani pasien di Indonesia.

Koordinasi tersebut penting agar pemantauan, pengelolaan efek samping, dan pengobatan lanjutan dapat direncanakan dengan jelas. Pasien sebaiknya tidak menghentikan atau mengubah terapi yang sedang dijalani tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Sebagai informasi, Tamarind Health belum lama ini meluncurkan Rare Cancer Centre di Singapura. Pusat layanan tersebut menghimpun dokter spesialis yang berpengalaman menangani kanker langka dan kompleks dari jaringan onkologi Tamarind Health.

Group Chief Executive Officer (CEO) Tamarind Health, Lim Eng Seng, mengatakan pusat layanan itu dibentuk untuk memudahkan pasien menemukan dokter dengan keahlian yang sesuai.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
5 hari lalu

Lizzie Parra Didiagnosis Kanker, Ungkap Pesan Mengharukan

10 hari lalu

Kemenkes: 25.000 Orang Indonesia Meninggal Dunia per Tahun akibat Kanker Darah

10 hari lalu

Aldi Taher Operasi Benjolan di Tangan, Ada Kaitannya dengan Riwayat Kanker Limfoma?

2 hari lalu

Fakta Menarik! Plasma Darah Bisa Jadi Bahan Baku Obat, Begini Pemanfaatannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal