Gejala tersebut tidak boleh dianggap sebagai keluhan biasa akibat asap. Menunda pemeriksaan dapat meningkatkan risiko kondisi kesehatan semakin memburuk.
"Merah, kalau sesak napas berat dalam kondisi diam, kemudian bibir kalian biru, atau juga mulai terasa nyeri dada, harus langsung pergi ke IGD rumah sakit," ungkap Budi.
Jika mengalami gejala tersebut, jangan menunggu sampai kondisi membaik dengan sendirinya. Segera cari pertolongan medis darurat.
Melalui panduan tiga indikator ini, Budi mengingatkan masyarakat agar memahami langkah penanganan yang sesuai dengan gejala masing-masing.
"Apa pun kondisinya hijau, kuning, merah Anda tahu apa yang harus dilakukan dan segera datang ke Puskesmas atau IGD rumah sakit," pungkasnya.
Masyarakat juga perlu membatasi aktivitas di luar ruangan saat kabut asap pekat, menghindari sumber asap, dan mengupayakan udara dalam ruangan tetap bersih. Jika muncul gejala yang mengarah pada kondisi darurat, jangan menunda pertolongan medis.