JAKARTA, iNews.id - Pernahkah Anda merasa ingin menyantap semua hidangan di meja makan saat azan magrib tiba. Padahal perut sebenarnya sudah terasa penuh.
Hati-hati, bisa jadi itu adalah emotional eating, bukan lapar fisik. Bagaimana cara mengatasinya?
Agar ibadah puasa tetap sehat dan berat badan tidak melonjak, simak lima tips praktis mengelola emosi makan:
1. Kenali Perbedaan Lapar Perut vs Lapar Mata
Lapar fisik biasanya muncul secara bertahap dan ditandai dengan perut yang berbunyi atau badan terasa lemas. Sebaliknya, lapar emosional datang tiba-tiba dan biasanya menuntut makanan spesifik yang tinggi gula atau lemak (seperti gorengan atau boba).
Sebelum menyambar takjil, tanyakan pada diri sendiri: "Apakah saya benar-benar lapar, atau hanya ingin pelampiasan?"
2. Atur Napas Sebelum Berbuka
Saat emosi sedang tidak stabil karena kelelahan atau stres pekerjaan, jangan langsung makan besar. Cobalah lakukan teknik pernapasan sederhana atau sekadar meminum air putih secara perlahan.
Menunda makan besar selama 5-10 menit setelah membatalkan puasa dapat memberi waktu bagi otak untuk menyadari sinyal kenyang yang sebenarnya.