JAKARTA, iNews.id - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti sejumlah wilayah di Indonesia. Selain mengganggu jarak pandang, paparan asap juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk pneumonia.
Dokter Spesialis Paru dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI, Prof. Erlina Burhan, menjelaskan asap bukanlah kuman atau bakteri penyebab pneumonia. Namun, kandungan di dalam asap dapat merusak sistem pertahanan alami paru-paru sehingga tubuh lebih mudah mengalami infeksi.
“Pertanyaan yang sering sampai ke saya, kenapa asap bisa sampai berujung pada pneumonia, padahal asap bukan kuman? Jawabannya ada pada apa yang dilakukan asap terhadap pertahanan paru kita,” tulis Prof. Erlina dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, dikutip Kamis (3/9/2026).
Pneumonia merupakan infeksi yang terjadi pada kantong udara paru-paru atau alveoli. Ketika alveoli yang seharusnya terisi udara justru dipenuhi cairan atau nanah akibat infeksi, proses pertukaran oksigen dapat terganggu sehingga penderita mengalami sesak atau kesulitan bernapas.
Infeksi pneumonia dapat disebabkan berbagai mikroorganisme, termasuk bakteri seperti pneumokokus maupun virus influenza. Kabut asap dalam hal ini berperan dengan melemahkan pertahanan paru sehingga kuman lebih mudah berkembang.