Menurut Prof. Erlina, paparan asap memang dapat langsung menimbulkan sejumlah keluhan seperti mata perih dan tenggorokan terasa gatal. Namun, bahaya yang lebih serius berasal dari partikel halus yang terkandung di dalam asap, salah satunya Particulate Matter (PM2.5).
Partikel PM2.5 berukuran sangat kecil, bahkan sekitar 30 kali lebih kecil dibandingkan diameter sehelai rambut. Karena ukurannya tersebut, partikel ini dapat melewati penyaringan alami di hidung dan masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.
“Karena sehalus itu, partikel ini lolos dari saringan hidung dan masuk sampai ke bagian terdalam paru. Ia juga membawa zat sisa pembakaran yang bersifat racun bagi sel-sel paru,” katanya.
Paparan PM2.5 dan zat beracun dari asap kemudian dapat mengganggu sistem pertahanan paru. Prof. Erlina menjelaskan terdapat dua lapisan pertahanan penting yang dapat terdampak, yakni silia dan makrofag.
1. Silia Melemah
Silia merupakan bulu-bulu halus yang terdapat di saluran pernapasan. Bagian ini berfungsi membantu menyapu lendir, debu, kotoran, dan berbagai partikel asing agar dapat dikeluarkan dari saluran pernapasan.