Untuk influenza, obat antivirus dapat digunakan pada pasien tertentu, terutama mereka yang berisiko mengalami komplikasi atau mengalami penyakit berat. WHO menyarankan kelompok berisiko tinggi dan pasien dengan gejala berat mendapatkan antivirus sedini mungkin sesuai penilaian tenaga medis.
WHO menyebut vaksinasi merupakan cara terbaik untuk mencegah influenza. Vaksin influenza diperbarui secara berkala untuk menyesuaikan virus yang diperkirakan beredar.
Selain vaksinasi, pencegahan dapat dilakukan dengan mencuci tangan secara teratur, menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin, menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit, serta tetap berada di rumah ketika sedang mengalami gejala.
Kemenkes juga mengimbau masyarakat memperkuat daya tahan tubuh melalui makanan bergizi, istirahat cukup dan aktivitas fisik. Orang yang sedang sakit sebaiknya tidak memaksakan diri bekerja atau bersekolah.
Dengan demikian, peningkatan Influenza A memang perlu diwaspadai, terutama karena kelompok anak menjadi salah satu kelompok yang banyak terdeteksi dalam surveilans. Namun, data yang tersedia saat ini belum mendukung kesimpulan bahwa Influenza A secara umum lebih berbahaya daripada Covid-19.
Yang lebih penting, masyarakat perlu mengenali tanda bahaya, tidak mendiagnosis penyakit hanya berdasarkan gejala, dan segera mencari pertolongan medis apabila kondisi memburuk.