Menurut dia, peningkatan penemuan kasus merupakan langkah penting untuk memutus rantai penularan. Semakin banyak penderita yang teridentifikasi dan mendapatkan pengobatan, semakin besar peluang untuk mengurangi penyebaran penyakit di masyarakat.
Pemerintah juga menetapkan target penanganan TBC melalui pendekatan 90-95-90. Artinya, 90 persen dari estimasi kasus diharapkan dapat ditemukan, 95 persen dari kasus yang ditemukan mendapatkan pengobatan, dan 90 persen pasien yang menjalani pengobatan berhasil menyelesaikan terapi dengan hasil yang baik.
Selain penemuan kasus, Budi mengingatkan pentingnya kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan sesuai anjuran tenaga medis hingga tuntas.
Dia menegaskan, pasien tidak boleh menghentikan pengobatan hanya karena gejala mulai membaik. Pengobatan yang tidak tuntas dapat meningkatkan risiko kekambuhan dan resistansi obat sehingga penanganan menjadi lebih sulit.
“Karena pengobatan tuh sukses apa enggaknya tergantung dia nyelesaiin enggak, karena TB tuh lama minum obatnya tuh empat bulan. Setiap hari mesti minum obat,” ujar Budi.