Kasus TBC di Indonesia Turun dalam 2 Tahun Terakhir, Menkes Tetap Ingatkan Bahaya Penularan

Mei Sada Sirait
Menkes Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan estimasi insiden tuberkulosis (TBC) di Indonesia mulai menunjukkan tren penurunan dalam dua tahun terakhir. (Foto: Ilustrasi AI)

Menurut dia, peningkatan penemuan kasus merupakan langkah penting untuk memutus rantai penularan. Semakin banyak penderita yang teridentifikasi dan mendapatkan pengobatan, semakin besar peluang untuk mengurangi penyebaran penyakit di masyarakat.

Pemerintah juga menetapkan target penanganan TBC melalui pendekatan 90-95-90. Artinya, 90 persen dari estimasi kasus diharapkan dapat ditemukan, 95 persen dari kasus yang ditemukan mendapatkan pengobatan, dan 90 persen pasien yang menjalani pengobatan berhasil menyelesaikan terapi dengan hasil yang baik.

Selain penemuan kasus, Budi mengingatkan pentingnya kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan sesuai anjuran tenaga medis hingga tuntas.

Dia menegaskan, pasien tidak boleh menghentikan pengobatan hanya karena gejala mulai membaik. Pengobatan yang tidak tuntas dapat meningkatkan risiko kekambuhan dan resistansi obat sehingga penanganan menjadi lebih sulit.

“Karena pengobatan tuh sukses apa enggaknya tergantung dia nyelesaiin enggak, karena TB tuh lama minum obatnya tuh empat bulan. Setiap hari mesti minum obat,” ujar Budi.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
5 hari lalu

Kemenkes Kirim 500.000 Masker hingga Tambah Obat ISPA ke Wilayah Terdampak Karhutla

5 hari lalu

Asap Karhutla Memburuk, Menkes Minta Warga di Rumah Saja!

6 hari lalu

Makan Kol Goreng Bisa Picu Kanker? Begini Kata Menkes

11 hari lalu

Menlu Ungkap Alasan RI Ajukan Menkes Budi Gunadi Jadi Calon Dirjen WHO

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal