Pada sesi presentasinya, Indraji mengatakan, penanganan pada pasien diabetes dilakukan secara kontinyu dan terarah mengingat di masa Pandemi Covid-19, pengidap diabetes disertai penyakit jantung, berisiko dan sangat rentan terpapar virus Corona yang dapat merusak organ tubuh.
"Kadar glukosa darah yang gampang naik atau turun meningkatkan risiko komplikasi dari Covid-19 bagi pasien diabetes pengidap penyakit jantung. Salah satu contoh, peradangan kronis akan semakin lebih cepat," tutur Indraji.
Dia menjelaskan, gejala klasik dari DM meliputi 3P, yaitu poliuri (banyak buang air kecil terutama malam hari), polidipsi (mudah haus), poliphagi (mudah lapar). Gejala tidak spesifik lain yang juga dapat muncul pada penderita DM antara lain penurunan berat badan secara cepat, mudah lelah, kesemutan pada kaki dan tangan, gatal-gatal, penglihatan menjadi kabur, impotensi, luka sulit sembuh, keputihan, atau penyakit kulit akibat jamur terutama pada daerah lipatan kulit.
"Penanganan yang terbaik adalah dengan segera berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami gejala dan dengan menyampaikan keluhan yang masih berlangsung atau masih terus dirasakan," tutur Indraji.
Diagnosis Diabetes dilakukan dokter pada seseorang dengan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan darah dan urine.