Melalui unggahan tersebut, Budi mengajak masyarakat, khususnya kalangan anak muda, untuk mulai menerapkan pola makan yang lebih sehat. Salah satunya dengan memilih kol segar sebagai lalapan untuk mendampingi hidangan penyetan.
Dalam takarir unggahannya, dia kembali menekankan pentingnya mengubah kebiasaan makan agar masyarakat dapat menikmati makanan yang terjangkau tanpa mengabaikan kesehatan.
“Mulai sekarang, ubah kebiasaan buruk ini. Kalau mau makan enak, murah, dan tetap sehat, biasakan makan kolnya dalam keadaan mentah saja sebagai lalapan. Bagikan info ini dan tag teman nongkrong kalian biar kita semua bisa lepas dari kutukan kol goreng!” ucap Budi.
Catatan redaksi: Klaim bahwa kol goreng secara langsung memicu kanker sebaiknya tidak disajikan sebagai kepastian medis. Risiko kesehatan dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi minyak, suhu, dan frekuensi pemakaian. Penggunaan minyak secara berulang dapat menghasilkan senyawa yang berpotensi berbahaya, tetapi mengonsumsi kol goreng tidak otomatis menyebabkan kanker.