Mengenal Teknologi LVAD, Alat Pompa Jantung yang Bantu Pasien Hidup Lebih Lama

Niko Prayoga
Ilustrasi pemeriksaan jantung. (Foto: Ilustrasi AI)

Kondisi tersebut terjadi akibat transplantasi jantung memiliki keterbatasan yang sangat besar. Berbeda dengan ginjal atau hati yang masih memungkinkan didonorkan sebagian, transplantasi jantung hanya dapat dilakukan dari pendonor yang telah mengalami kematian batang otak dan memiliki kecocokan dengan penerima.

Akibat minimnya donor, angka kesintasan pasien gagal jantung stadium lanjut masih tergolong rendah. dr. Azra menyebut tingkat bertahan hidup pasien gagal jantung dalam satu tahun hanya berkisar 15 hingga 30 persen secara global.

Siapa yang Membutuhkan LVAD?

LVAD diperuntukkan bagi pasien dengan gagal jantung stadium lanjut (advanced heart failure) yang fungsi pompa jantungnya sudah sangat menurun.

Menurut dr. Azra, salah satu indikator utama adalah nilai ejection fraction atau fraksi ejeksi di bawah 25 persen. Sebagai perbandingan, fungsi pompa jantung orang sehat umumnya berada pada kisaran 60 hingga 70 persen.

Pasien dengan kondisi tersebut umumnya sudah tidak lagi membaik hanya dengan terapi obat-obatan ataupun alat pacu jantung. Mereka juga sering mengalami sesak napas dan harus berulang kali menjalani perawatan di rumah sakit.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
10 hari lalu

Apa Itu Plak Jantung? Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya Sejak Dini

10 hari lalu

Rutin Lari Berisiko Tingkatkan Plak Jantung, Begini Kata Dokter

13 hari lalu

Jarang Gosok Gigi Bisa Sebabkan Risiko Penyakit Jantung? Begini Penjelasan Dokter

20 hari lalu

Hati-Hati Ngantuk Berat Usai Makan Bisa Jadi Alarm Risiko Penyakit Jantung

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal