Kondisi tersebut terjadi akibat transplantasi jantung memiliki keterbatasan yang sangat besar. Berbeda dengan ginjal atau hati yang masih memungkinkan didonorkan sebagian, transplantasi jantung hanya dapat dilakukan dari pendonor yang telah mengalami kematian batang otak dan memiliki kecocokan dengan penerima.
Akibat minimnya donor, angka kesintasan pasien gagal jantung stadium lanjut masih tergolong rendah. dr. Azra menyebut tingkat bertahan hidup pasien gagal jantung dalam satu tahun hanya berkisar 15 hingga 30 persen secara global.
LVAD diperuntukkan bagi pasien dengan gagal jantung stadium lanjut (advanced heart failure) yang fungsi pompa jantungnya sudah sangat menurun.
Menurut dr. Azra, salah satu indikator utama adalah nilai ejection fraction atau fraksi ejeksi di bawah 25 persen. Sebagai perbandingan, fungsi pompa jantung orang sehat umumnya berada pada kisaran 60 hingga 70 persen.
Pasien dengan kondisi tersebut umumnya sudah tidak lagi membaik hanya dengan terapi obat-obatan ataupun alat pacu jantung. Mereka juga sering mengalami sesak napas dan harus berulang kali menjalani perawatan di rumah sakit.