Menkes Budi Soroti Layanan LVAD di Indonesia, Tak Ingin Hanya Terpusat di Jawa
Menkes berharap pengalaman yang diperoleh dari pengembangan layanan tersebut dapat menjadi fondasi untuk membangun jejaring layanan yang lebih luas.
"Saya berharap HeartSpan.ai dan Borderless Healthcare Group dapat mengembangkan kolaborasi ini dari RSCM ke pusat lain, terutama di luar Jawa," kata Budi.
Dorongan tersebut menunjukkan bahwa persoalan layanan gagal jantung tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan alat. Ketika teknologi medis semakin maju, tenaga kesehatan yang mampu menggunakannya, sistem rujukan, rehabilitasi, hingga pemantauan pasien setelah tindakan juga harus berkembang secara bersamaan.
Budi menyebut sekitar 5 juta orang di Indonesia mengalami gagal jantung. Kondisi tersebut juga disebut berkaitan dengan angka kematian yang mencapai lebih dari 250.000 orang setiap tahun.
"Gagal jantung adalah pembunuh kedua di Indonesia dengan kematian setiap tahun lebih dari 250.000," ujar Budi.