Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : LVAD Buka Harapan Baru Pasien Gagal Jantung Berat, Ini Alasannya
Advertisement . Scroll to see content

Menkes Budi Soroti Layanan LVAD di Indonesia, Tak Ingin Hanya Terpusat di Jawa

Minggu, 06 September 2026 - 17:20:00 WIB
Menkes Budi Soroti Layanan LVAD di Indonesia, Tak Ingin Hanya Terpusat di Jawa
Menkes Budi Gunadi Sadikin ingin teknologi LVAD untuk gagal jantung dapat menjangkau pasien lebih banyak di Indonesia. (Foto: Niko Prayoga)
Advertisement . Scroll to see content

Menkes berharap pengalaman yang diperoleh dari pengembangan layanan tersebut dapat menjadi fondasi untuk membangun jejaring layanan yang lebih luas.

"Saya berharap HeartSpan.ai dan Borderless Healthcare Group dapat mengembangkan kolaborasi ini dari RSCM ke pusat lain, terutama di luar Jawa," kata Budi.

Dorongan tersebut menunjukkan bahwa persoalan layanan gagal jantung tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan alat. Ketika teknologi medis semakin maju, tenaga kesehatan yang mampu menggunakannya, sistem rujukan, rehabilitasi, hingga pemantauan pasien setelah tindakan juga harus berkembang secara bersamaan.

Kebutuhan Pasien Gagal Jantung Masih Besar

Budi menyebut sekitar 5 juta orang di Indonesia mengalami gagal jantung. Kondisi tersebut juga disebut berkaitan dengan angka kematian yang mencapai lebih dari 250.000 orang setiap tahun.

"Gagal jantung adalah pembunuh kedua di Indonesia dengan kematian setiap tahun lebih dari 250.000," ujar Budi.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut