Pada 1 Oktober, rumah sakit mulai memberlakukan pembatasan terhadap layanan rawat inap. Langkah itu dilakukan di tengah kekhawatiran terhadap kemungkinan infeksi yang disebut sebagai penyakit berbahaya.
Situasi semakin serius setelah Shipilova meninggal dunia pada dini hari 2 Oktober.
Kematian pekerja laboratorium tersebut kemudian memicu langkah pencegahan terhadap orang-orang yang diduga melakukan kontak dengannya. Hampir 200 orang dilaporkan masuk dalam pemantauan medis, meski pada saat itu mereka tidak menunjukkan gejala dan hasil pemeriksaan yang dilaporkan negatif.
Gubernur Irkutsk Igor Kobzev juga menggelar komisi darurat bersama Kepala Rospotrebnadzor Anna Popova. Dalam keterangannya, Kobzev menyebut situasi tersebut berkaitan dengan dugaan infeksi yang tergolong sangat berbahaya.
Sementara itu, muncul perbedaan informasi mengenai penyebab kematian Shipilova. Kepala Republik Buryatia Alexei Tsydenov sempat menyebut penyakit tersebut sebagai pes sebelum kemudian mengubah pernyataannya menjadi kemungkinan pes.