Dengan membangun kebiasaan sehat sejak usia produktif, seseorang dapat berinvestasi untuk menjaga fungsi tulang hingga usia lanjut.
Osteoporosis tidak selalu menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal. Karena itu, pemeriksaan medis diperlukan apabila seseorang memiliki faktor risiko atau membutuhkan penilaian kondisi tulang.
Dokter Rizky menjelaskan bahwa diagnosis osteoporosis tidak cukup hanya berdasarkan pemeriksaan klinis. Penilaian perlu didukung pemeriksaan kepadatan mineral tulang menggunakan alat khusus, yakni dual-energy X-ray absorptiometry (DXA).
Pemeriksaan ini dapat mengukur kepadatan tulang, umumnya pada tulang belakang dan panggul, serta membantu dokter menilai risiko osteoporosis berdasarkan hasil pengukuran dan kondisi pasien.
Dalam keadaan tertentu, pemeriksaan laboratorium juga dapat dilakukan untuk mencari kemungkinan penyebab lain atau menilai metabolisme tulang. Pemeriksaan tersebut dapat mencakup kadar kalsium, fosfor, dan alkaline phosphatase, sesuai kebutuhan klinis.