Pemanis Alami dan Buatan, Apa Bedanya? BPOM Ungkap Jenis yang Diizinkan

Sama-sama memberikan rasa manis, pemanis alami dan buatan memiliki jenis bahan, sumber, serta karakteristik yang berbeda. (Foto: Ilustrasi/AI)

Glikosida steviol memiliki tingkat kemanisan sekitar 200 hingga 300 kali lipat dibandingkan gula atau sukrosa. Bahan ini juga tidak memiliki nilai kalori sehingga kerap digunakan sebagai alternatif pemanis bagi konsumen yang ingin mengurangi asupan gula.

Sementara itu, BPOM mencatat enam jenis pemanis buatan yang diizinkan, yaitu asesulfam-K, aspartam, siklamat, sakarin, sukralosa, dan neotam.

Sama seperti pemanis alami tertentu, keenam jenis pemanis buatan tersebut tidak memiliki nilai kalori. Namun, bahan-bahan tersebut berasal dari proses pembuatan atau pengolahan kimia, bukan diekstrak langsung dari sumber alami seperti tanaman stevia.

Perbedaan Pemanis Alami dan Buatan

Perbedaan utama pemanis alami dan buatan terletak pada sumber bahan dan proses pembuatannya. Pemanis alami berasal dari sumber alami, termasuk tanaman, sedangkan pemanis buatan merupakan senyawa yang dihasilkan melalui proses kimia.

Meski demikian, istilah alami tidak otomatis berarti suatu produk lebih aman dibandingkan pemanis buatan. Keamanan penggunaannya tetap bergantung pada jenis bahan, kadar yang digunakan, serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
9 tahun lalu

BPOM Kepri Sita Produk Makanan Ilegal Asal Luar Negeri

9 tahun lalu

Polisi Gagalkan Penyelundupan Jamu Ilegal ke Bali

9 tahun lalu

Razia Kosmetik Ilegal, BPOM Amankan Ratusan Produk Tanpa Izin Edar

9 tahun lalu

Barang Sitaan BPOM Jakarta Mencapai Rp1,1 Miliar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal