Penderita Diabetes Bolehkah Makan Telur Setiap Hari? Cek Pengaruhnya pada Gula Darah

Niko Prayoga
Telur memiliki kandungan karbohidrat yang sangat rendah sehingga tidak menyebabkan kenaikan gula darah secara cepat setelah dikonsumsi. (Foto: AI)

Meski demikian, penderita diabetes tetap perlu memperhatikan pola makan secara keseluruhan. Mengonsumsi telur saja tidak cukup untuk menjaga gula darah apabila makanan lain yang dikonsumsi tinggi gula atau karbohidrat olahan.

Pilihan makanan pendamping telur juga perlu diperhatikan. Telur yang rendah karbohidrat dapat disajikan bersama roti putih, nasi dalam jumlah besar, makanan manis, atau bahan lain yang tinggi karbohidrat sehingga dampaknya terhadap gula darah menjadi berbeda.

Cara memasak telur juga penting. Telur rebus atau telur yang dimasak dengan sedikit minyak dapat menjadi pilihan yang lebih sederhana dibandingkan olahan telur yang ditambahkan banyak lemak, garam, atau bahan tinggi kalori lainnya.

Selain protein dan lemak, telur mengandung berbagai vitamin dan mineral. Kuning telur bahkan menyediakan hampir semua jenis vitamin, kecuali vitamin C, serta mengandung asam lemak omega-3.

Sebab itu, telur tidak perlu otomatis dihindari oleh penderita diabetes hanya karena memiliki kandungan lemak. Namun, jumlah konsumsi dan pola makan secara keseluruhan tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Penderita diabetes juga memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda-beda tergantung kondisi kesehatan, obat yang digunakan, aktivitas fisik, dan pola makan sehari-hari. Konsultasi dengan dokter, ahli gizi, atau edukator diabetes dapat membantu menentukan porsi serta kombinasi makanan yang sesuai.

Jadi, penderita diabetes boleh makan telur setiap hari selama dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang seimbang. Kandungan karbohidrat telur yang rendah membuat makanan ini tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat, tetapi makanan pendamping dan cara pengolahannya tetap perlu diperhatikan.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
2 hari lalu

Kolesterol Tinggi? Jangan Asal Sarapan, Perhatikan Waktu dan Pilihan Menu

6 hari lalu

BRIN Ungkap Bahaya Vape: 100 Persen Sampel Uji Terdeteksi Diabetes dan 92 Persen Alami Gangguan Paru-Paru

6 hari lalu

Kok Bisa Vape Tingkatkan Risiko Diabetes? Ini Penjelasan Medisnya

7 hari lalu

Warning! Vape Terbukti Merusak Paru hingga Berisiko Sebabkan Diabetes

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal