Faktor lain yang memengaruhi pasien campak berisiko meninggal dunia antara lain:
- Pasien bayi atau balita. Sebab, sistem imun mereka belum matang, sehingga tidak mampu melawan infeksi sekuat anak yang lebih besar.
- Gizi buruk. Ya, jika seseorang kekurangan vitamin A dan protein, itu dapat menurunkan daya tahan tubuhnya dan membuat infeksi lebih berat.
- Imunitas rendah. Misalnya anak dengan HIV, kanker, sedang kemoterapi, atau imunodefisiensi bawaan. Mereka ini dapat mengalami kondisi campak fatal.
- Mengalami pneumonia sebagai komplikasi campak. Perlu diketahui, pneumonia menjadi penyebab utama kematin pada anak penderita campak, baik karena virus campak itu sendiri maupun infeksi bakteri sekuler.
- Jika pasien campak mengalami diare, umumnya mereka akan kekurangan gizi dan ini lebih cepat jatuh ke kondisi syok akibat dehidrasi.
- Jika pasien campak mengalami komplikasi ensefalitis atau radang otak, ini dapat membuat pasien kejang, koma, bahkan kematian.
- Pasien campak yang malnutrisi akut akan lebih parah penyakitnya, karena nafsu makan menurun dan ini menyebabkan gizi buruk. Akhirnya, penyerapan nutrisi tidak maksimal.
"Pada beberapa kasus, campak bisa menyebabkan kematian apabila pasien terlambat mendapat pertolongan medis, penularan virus di sekitar rumahnya sangat tinggi, atau pasien kekurangan vitamin A," ungkap dr Ngabila.
Kini, bagaimana cara mencegah campak? Simak beritanya hingga selesai.