Penyebab Sumenep KLB Campak dengan 2.035 Kasus, Kemenkes Buka Suara!

Muhammad Sukardi
Ilustrasi anak sakit campak. (Foto: Ilustrasi AI)

JAKARTA, iNews.id - Kasus campak di Sumenep, Jawa Timur, menunjukan angka yang tinggi. Menurut data Kemenkes, per 21 Agustus 2025 terdeteksi 2.035 kasus campak.

Itu juga yang membuat Sumenep menetapkan status KLB untuk penyakit campak. Sebagai respons cepat, pemerintah Jawa Timur melakukan ORI atau Outbreak Response Immunization mulai hari ini, Senin 25 Agustus 2025.

Target ORI adalah anak berusia 9 bulan hingga 6 tahun. Ini dilakukan guna mencegah penularan penyakit campak yang semakin meluas.

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan menilai ada beberapa faktor penyebab kasus campak meningkat luar biasa di Sumenep. Salah satunya adalah faktor imunisasi yang rendah di wilayah tersebut.

"Sebagian besar kasus kematian akibat campak terjadi pada anak yang tidak pernah diimunisasi," kata Aji Muhawarman, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, saat dihubungi iNews.id, Senin (25/8/2025).

Aji menambahkan, "Ini menunjukkan betapa pentingnya imunisasi sebagai perlindungan dasar."

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
Nasional
3 bulan lalu

Kemenkes Keluarkan Imbauan Anak Sakit Campak Diisolasi dari Orang Lain

Nasional
3 bulan lalu

Sumenep KLB Campak, 17 Orang Meninggal Dunia

Jatim
3 bulan lalu

Sumenep Ditetapkan KLB Campak usai 17 Orang Tewas, Khofifah Distribusikan Vaksin

Sumut
4 bulan lalu

12 Daerah di Sumut Berstatus KLB Campak, Kasus Terbanyak di Medan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal