JAKARTA, iNews.id - Kasus campak di Sumenep, Jawa Timur, menunjukan angka yang tinggi. Menurut data Kemenkes, per 21 Agustus 2025 terdeteksi 2.035 kasus campak.
Itu juga yang membuat Sumenep menetapkan status KLB untuk penyakit campak. Sebagai respons cepat, pemerintah Jawa Timur melakukan ORI atau Outbreak Response Immunization mulai hari ini, Senin 25 Agustus 2025.
Target ORI adalah anak berusia 9 bulan hingga 6 tahun. Ini dilakukan guna mencegah penularan penyakit campak yang semakin meluas.
Di sisi lain, Kementerian Kesehatan menilai ada beberapa faktor penyebab kasus campak meningkat luar biasa di Sumenep. Salah satunya adalah faktor imunisasi yang rendah di wilayah tersebut.
"Sebagian besar kasus kematian akibat campak terjadi pada anak yang tidak pernah diimunisasi," kata Aji Muhawarman, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, saat dihubungi iNews.id, Senin (25/8/2025).
Aji menambahkan, "Ini menunjukkan betapa pentingnya imunisasi sebagai perlindungan dasar."