JAKARTA, iNews.id – Anak-anak generasi Alpha kini tak lagi hanya diajak makan sampai kenyang di sekolah. Mereka mulai didorong untuk paham gizi dan cerdas memilih makanan, agar terbiasa menerapkan pola makan sehat sejak dini.
Ketua Umum Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Doddy Izwardy menegaskan, program gizi nasional dirancang untuk mengubah cara pandang anak terhadap makanan. Targetnya bukan sekadar perut terisi, melainkan pemahaman soal Pedoman Gizi Seimbang.
"Yang ingin kami capai adalah penerapan gizi seimbang, bukan hanya makan," ujar Doddy dalam agenda Edukasi Gizi Serentak di Titik Lokasi Sekolah Seluruh Indonesia, dikutip dari laporan resminya, Kamis (22/1/2026).
Ia menjelaskan, pedoman tersebut bertumpu pada empat pilar utama, yakni makan beragam, aktif bergerak, cukup minum air putih, serta rutin mengonsumsi buah dan sayur. Prinsip ini mulai diperkenalkan secara konsisten di sekolah sejak tahun pertama Kabinet Merah Putih.
Menurut Doddy, makanan yang diberikan lewat program pemerintah di sekolah hanya memenuhi sekitar seperempat kebutuhan gizi harian anak. Karena itu, edukasi menjadi kunci agar anak tidak menganggap makan di sekolah sebagai satu-satunya sumber gizi.
"Sehari anak makan dari pagi sampai sore. Jangan sampai berpikir, ‘Sudah dikasih makan di sekolah, selesai’. Yang kami kejar adalah perubahan kebiasaan," jelasnya.