"Merencanakan untuk melepas ppkm dasarnya, adalah karena kasus barunya sekarang ini selama beberapa hari berturut-turut sudah kurang dari 1.000 kasus, yang meninggal selalu per hari kurang dari 30. Kemudian, pada tanggal 29 Desember ranking dunia kasus baru seminggu untuk Indonesia, turun sempat (di urutan) tiga, sekarang ke nomor 31," kata Prof Zubairi saat dihubungi pada Kamis (29/12).
Selain dari itu, Prof Zubairi juga mengatakan jika angka keterisian tempat tidur (BOR) dan vaksinasi sudah tinggi. Namun di tengah kondisi Covid-19 yang dinilai landai, dia tetap mengimbau masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes).
Dia juga menyarankan agar lebih baik menghindari tempat -tempat kerumunan. Mengingat jelang pergantian tahun 2022 ke 2023, memungkinkan terjadinya perkumpulan di mana-mana.
"Untuk masyarakat, imbauan saya adalah ya keluar rumah harus tetap pakai masker, kemudian jangan berkumpul bersama di tempat ramai banget, jadi yang berdesak-desakkan itu harus dihindari," ujar Prof Zubairi.