Interaksi tersebut membantu anak merasa bahwa cerita, emosi, dan keberadaannya dihargai. Terlebih, ketika orang tua memberikan perhatian penuh meski hanya dalam waktu singkat.
"Liburan keluarga tentu dapat menjadi pengalaman yang berkesan. Namun, hubungan yang aman dan hangat lebih banyak dibangun melalui interaksi kecil yang terjadi berulang dalam kehidupan sehari-hari," tambahnya.
Anastasia juga menilai waktu makan atau menikmati camilan bersama dapat menjadi kesempatan bagi orang tua untuk membangun komunikasi dengan anak. Suasana yang lebih santai memungkinkan percakapan muncul secara natural tanpa harus terasa seperti sesi tanya jawab.
Selain itu, kegiatan sederhana seperti menyiapkan kebutuhan sekolah untuk esok hari, membereskan barang bersama, atau mengobrol sebelum tidur juga dapat menjadi ruang untuk memperkuat hubungan.
Pandangan tersebut sejalan dengan temuan survei Lexus yang menunjukkan sembilan dari 10 ibu masih merasa perlu menciptakan pengalaman istimewa agar anak merasa disayang. Padahal, seluruh responden sepakat bahwa waktu 10–15 menit pun bisa bermakna apabila dijalani dengan perhatian penuh.