3. Efek samping obat. Beberapa jenis obat, termasuk antibiotik, dapat menyebabkan diare pada sebagian orang.
4. Gangguan pada sistem pencernaan. Kondisi tertentu, seperti sindrom iritasi usus atau penyakit radang usus, juga dapat menimbulkan diare berulang.
Penyebab diare tidak selalu sama pada setiap orang. Karena itu, riwayat makanan, obat yang dikonsumsi, gejala penyerta, serta pemeriksaan medis dapat membantu menentukan penyebab yang tepat.
Risiko utama diare adalah dehidrasi, yaitu kondisi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang masuk. Saat diare, tubuh mengeluarkan air dan elektrolit melalui tinja. Jika kehilangan tersebut tidak segera digantikan, keseimbangan cairan tubuh dapat terganggu.
Berikut sejumlah risiko yang perlu diwaspadai.
1. Dehidrasi
Diare yang berlangsung berulang kali dapat menyebabkan kehilangan cairan dalam jumlah besar. Gejalanya meliputi rasa haus berlebihan, mulut kering, pusing, tubuh lemas, dan frekuensi buang air kecil yang berkurang.