2. Gangguan keseimbangan elektrolit
Selain air, tubuh juga kehilangan elektrolit, seperti natrium dan kalium. Elektrolit berperan penting dalam menjaga fungsi saraf, otot, serta keseimbangan cairan. Kehilangan elektrolit yang signifikan dapat menimbulkan komplikasi serius.
3. Penurunan kondisi fisik
Kekurangan cairan dan asupan makanan selama mengalami diare dapat membuat tubuh terasa lemah, sulit berkonsentrasi, dan tidak bertenaga. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
4. Komplikasi akibat penyakit yang mendasari
Pada sebagian kasus, diare disebabkan oleh infeksi yang memerlukan pemeriksaan dan penanganan khusus. Diare yang disertai darah, demam tinggi, atau nyeri perut berat perlu mendapat perhatian medis karena dapat mengindikasikan kondisi yang lebih serius.
Tidak semua kasus diare membutuhkan perawatan di rumah sakit. Namun, ada sejumlah tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan.
Segera cari pertolongan medis jika diare disertai kondisi berikut:
- Tubuh sangat lemas, pusing berat, atau mengalami penurunan kesadaran.
- Tidak mampu minum atau terus-menerus muntah sehingga cairan sulit masuk.
- Buang air kecil sangat sedikit atau tidak seperti biasanya.
- Tinja mengandung darah atau berwarna hitam seperti aspal.
- Nyeri perut hebat atau demam tinggi.
- Gejala dehidrasi yang semakin berat.