Rokok Elektrik Tingkatkan Risiko Kanker dan Jantung

Siska Permata Sari
Rokok elektrik dapat memicu penyakit kanker dan jantung. (Foto: Ilustrasi/Canstockphoto)

Di samping itu, vape juga tidak disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) sebagai alat bantu berhenti merokok. Ditambah lagi penelitian Tang dan tim memberikan bukti lebih lanjut tentang bahaya vape, setelah menemukan bahwa paparan uapnya dapat merusak DNA hingga menyebabkan kanker dan penyakit jantung.

Dalam penelitian tersebut, mereka mengekspos 10 tikus jantan ke uap vape yang mengandung 10 miligram nikotin, di mana itu sebanding dengan apa yang dihirup manusia. Tikus tersebut menghirup uap vape selama tiga jam per hari, lima hari seminggu, dan selama 12 minggu.

Hasilnya, tikus yang terpapar uap rokok elektrik menunjukkan kerusakan DNA di bagian hati, paru-paru, dan kandung kemih. "Berdasarkan hasil ini, kami mengusulkan rokok elektrik bersifat karsinogenik dan perokok jenis ini memiliki risiko lebih tinggi daripada non-perokok untuk mengembangkan kanker paru-paru, kandung kemih dan penyakit jantung," tulis laporan itu.

Meski demikian, penelitian tersebut masih membutuhkan tindak lanjut yang lebih jauh serta bukti-bukti lebih kuat untuk menyatakan secara resmi jika rokok elektrik menyebabkan penyakit kanker dan jantung.

Editor : Nanang Wijayanto
Artikel Terkait
Health
18 hari lalu

BNN Rekomendasikan Larang Vape, Ini 5 Risiko Serius bagi Kesehatan

Nasional
19 hari lalu

Miris! Banyak Remaja Indonesia Pakai Vape, BNN Angkat Suara

Health
19 hari lalu

BNN Tegaskan Vape Berbahaya untuk Kesehatan, Usulkan Dilarang Beredar di Indonesia!

Nasional
19 hari lalu

BNN Usulkan Vape Dilarang di Indonesia, Ini Alasannya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal