"Karena biasanya kalau gempa seperti ini yang dibutuhkan pertama kali adalah dokter bedah, dokter ortopedi, karena pasti traumanya banyak. Itu seminggu pertama pasti banyak ke sana," tuturnya.
Untuk memastikan tenaga medis yang dikirim sesuai kebutuhan, Kemenkes terlebih dahulu melakukan pemetaan melalui tim Health Emergency Operation Center (HEOC).
Tim tersebut bertugas mengidentifikasi jumlah korban, kondisi fasilitas kesehatan, kebutuhan obat-obatan, alat kesehatan hingga kebutuhan tenaga medis di setiap wilayah terdampak.
Dengan begitu, tenaga medis dan relawan yang dikirim tidak datang secara acak, melainkan diarahkan ke lokasi yang benar-benar membutuhkan.
Selain fasilitas dan tenaga kesehatan, Kemenkes memastikan kebutuhan obat-obatan bagi korban gempa masih mencukupi.