Rutin Lari Berisiko Tingkatkan Plak Jantung, Begini Kata Dokter

Niko Prayoga
Sejumlah penelitian menunjukkan olahraga lari, terutama lari jarak jauh atau maraton, ternyata berkaitan dengan peningkatan plak di pembuluh darah jantung. (Foto: Ilustrasi/AI)

dr Adam mengingatkan masyarakat tidak salah mengartikan hasil penelitian tersebut. Sebab, hingga saat ini manfaat olahraga lari bagi kesehatan tetap jauh lebih besar dibandingkan potensi risikonya.

"Olahraga endurance, termasuk lari, berasosiasi dengan peningkatan risiko munculnya plak pada pembuluh darah jantung. Namun kondisi tersebut tidak berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan kematian. Malah lari merupakan salah satu olahraga yang dapat meningkatkan usia harapan hidup," katanya.

Sebab itu, masyarakat tetap dianjurkan berolahraga secara rutin sesuai kemampuan dan kondisi kesehatan masing-masing. Bagi mereka yang memiliki faktor risiko penyakit jantung, seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, atau riwayat penyakit jantung dalam keluarga, pemeriksaan kesehatan secara berkala tetap penting dilakukan agar manfaat olahraga tetap optimal sekaligus memantau kesehatan jantung.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
3 hari lalu

Dirjen Imigrasi Kecam Event Lari Diskriminatif Bali Silent Disco, Cekal WNA yang Jadi Panitia

2 bulan lalu

Belum Kuat Lari, Japanese Walking Jadi Alternatif bagi Pemula Jaga Kesehatan Jantung

2 bulan lalu

Pramono Tegaskan Jakarta Kota Sport Tourism: Layak Dikunjungi Wisatawan Dunia

2 bulan lalu

Ada Ajang Lari di Jakarta Akhir Pekan Ini, Simak Rute Alternatif Lalu Lintas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal