Sepekan Erupsi Gunung Anak Krakatau: Dokter Imbau Tetap Pakai Masker

Muhammad Sukardi
Dokter menyarankan agar tetap pakai masker walau abu vulkanik menjauh dari Indonesia. (Foto: Aldhi Chandra)

Abu Vulkanik Tak Selalu Berhenti di Hidung

Dokter Shinta menjelaskan, partikel abu vulkanik berukuran lebih besar masih dapat dikeluarkan melalui mekanisme pembersihan saluran pernapasan. Namun, partikel yang berukuran sangat kecil dapat lolos lebih jauh hingga mencapai alveolus atau kantong udara di paru-paru.

Dalam jangka panjang, paparan abu vulkanik yang mengandung silika perlu diwaspadai. Dokter Shinta menjelaskan, silika memiliki karakter partikel yang tajam dan dapat menyebabkan kerusakan pada dinding alveolus. Paparan dalam waktu sangat lama dapat berkaitan dengan terbentuknya jaringan parut atau fibrosis paru. 

Sementara pada paparan akut, iritasi saluran pernapasan dapat membuat pertahanan alami saluran napas terganggu sehingga seseorang lebih mudah mengalami infeksi. 

Nah, untuk perlindungan maksimal, dr Shinta menyarankan penggunaan masker N95 atau KF94. Kedua jenis masker tersebut dinilai lebih mampu memberikan perlindungan terhadap partikel yang sangat kecil. 

Namun, masyarakat yang tidak memiliki masker respirator tersebut tidak perlu panik. Masker medis masih dapat digunakan selama dipakai dengan benar.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
30 hari lalu

Waspada! Ini Tanda-Tanda Abu Vulkanik Masuk ke Paru

31 hari lalu

Sepekan Erupsi Gunung Anak Krakatau: Partikel Abu Vulkanik Masih Ada di Udara?

31 hari lalu

Masker Diburu Imbas Abu Erupsi Anak Krakatau, Polisi Ingatkan Penjual Tak Getok Harga

1 bulan lalu

Cuci Hidung Bisa Usir Abu Vulkanik? Dokter Ungkap Fakta Mengejutkan!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal