Hal ini menjadi penting karena kreatin diketahui meningkatkan kandungan air di dalam sel otot. Karena itu, peningkatan *lean tissue mass* dalam penelitian tidak bisa secara otomatis diterjemahkan sebagai pertumbuhan serat otot sebesar 1,1 kilogram.
Selain itu, penelitian ini memiliki keterbatasan. Peserta terlebih dahulu menentukan apakah mereka akan mengikuti program olahraga atau tidak sebelum kemudian mendapatkan kreatin atau plasebo. Artinya, perbandingan antara kelompok olahraga dan kelompok tanpa olahraga tidak sepenuhnya seperti eksperimen yang mengacak peserta untuk berolahraga atau tidak.
Penelitian juga hanya berlangsung selama 12 minggu dengan jumlah peserta yang relatif kecil.
Temuan tersebut juga perlu dilihat dalam konteks penelitian sebelumnya. Sejumlah penelitian dan meta-analisis menunjukkan kreatin memberikan manfaat yang lebih konsisten terhadap peningkatan massa tubuh tanpa lemak ketika dikombinasikan dengan latihan resistansi.
Dengan demikian, hasil studi terbaru ini lebih tepat dibaca sebagai bukti bahwa kreatin berpotensi memberikan efek terhadap komposisi tubuh pada orang dewasa paruh baya, bahkan ketika mereka tidak menjalani program olahraga terstruktur.