Studi UGM: Vaksin DBD Berpotensi Turunkan Kasus Rawat Inap dan Kematian

Muhammad Sukardi
Vaksin Dengue masih belum menjadi imunisasi wajib pemerintah. (Foto: Ilustrasi AI)

"Menghadapi ancaman penyakit dengue yang begitu berat dan meluas, kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan satu atau dua upaya pencegahan konvensional seperti 3M Plus. Kita membutuhkan sesuatu yang komprehensif," kata Prof Sri. 

"Perlu ada sinergi kuat yang mengintegrasikan pengendalian vektor nyamuk, penguatan diagnosis dini di fasilitas kesehatan, serta adopsi intervensi medis yang inovatif seperti vaksinasi. Hanya melalui upaya komprehensif inilah kita dapat membangun perlindungan yang kuat bagi anak-anak dan masyarakat luas dari dengue," tambahnya.

Para ahli berharap hasil kajian tersebut dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam memperkuat strategi pencegahan dengue di Indonesia. Dengan pendekatan yang komprehensif, beban kesehatan maupun ekonomi akibat penyakit ini diharapkan dapat ditekan secara berkelanjutan.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
3 bulan lalu

Waspada! Tak Hanya di Rumah Demam Dengue Bisa Terjadi di Tempat Kerja

3 bulan lalu

Waspada! Indonesia Urutan Kedua Kasus Kematian akibat Demam Dengue di Dunia

3 bulan lalu

Kasus Dengue Tembus 30,4 Ribu, Kemenkes Angkat Suara!

8 jam lalu

Catat! Dokter Tegaskan Makan Telur Tidak Bikin Bisulan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal