JAKARTA, iNews.id - Kebiasaan mengunyah es batu mungkin dianggap sepele oleh sebagian orang. Sensasi dingin dan keras saat mengunyah es batu memberikan kepuasan tersendiri. Namun, kebiasaan ini perlu diwaspadai karena dapat berkaitan dengan anemia atau kekurangan zat besi.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kebiasaan mengunyah es batu. Selain berisiko merusak gigi, kebiasaan tersebut juga bisa menjadi salah satu tanda seseorang mengalami kekurangan zat besi.
Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Budi menjelaskan kebiasaan mengunyah es batu secara berulang dikenal dengan istilah pagophagia, yaitu bentuk khusus dari pica, kondisi ketika seseorang memiliki dorongan untuk mengonsumsi benda yang bukan makanan atau makanan dengan tekstur tertentu yang tidak lazim.
Budi menyoroti risiko kerusakan gigi akibat kebiasaan tersebut. Es batu yang keras dapat menyebabkan gigi retak, terlebih jika seseorang mengunyahnya secara terus-menerus.
"Ini kamu-kamu yang suka ngunyah es batu ini nih, jangan-jangan kamu tuh anemia? Yang suka ngunyah es batu ini, kan keras dan dingin, bisa rusak gigi kalian, bisa retak. Apalagi kalau kita sambil ngomong, kita ngunyah nih es batu ini, kan ini licin, ah tiba-tiba tertelan, aduh itu kan bahaya banget,” kata Budi, dikutip Kamis (15/10/2026).