Tak Cuma Jalan Kaki, 2 Gerakan Diam Ini Bisa Bantu Turunkan Tekanan Darah

Niko Prayoga
Latihan tanpa berpindah tempat atau gerakan isometrik ternyata juga dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil. (Foto: Instagram dr Cecep Hermawan)

Mengapa Gerakan Diam Bisa Berpengaruh?

dr Cecep menjelaskan efek latihan isometrik berkaitan dengan perubahan aliran darah ketika otot berkontraksi dan kembali rileks.

“Kok bisa bantu? Waktu otot ditahan diam kayak gitu, tekanan di dalemnya naik dan pembuluh darah sempat kejepit bentar. Begitu fase istirahat, darah langsung ngalir deras lagi nah, momen ini yang micu keluarnya molekul Nitric Oxide, tugasnya ngebantu dinding pembuluh darah jadi lebih lentur,” ujarnya.

Selain itu, latihan menggenggam juga disebut dapat memengaruhi sistem saraf otonom dan sensor tekanan darah.

“Buat yang remas tangan, jurnal juga nunjukin ini bantu tenangin saraf simpatis sekaligus balikin sensor tekanan darah ke kondisi stabil,” kata dr Cecep.

Meski demikian, latihan isometrik bukan satu-satunya cara untuk menjaga tekanan darah. Pola makan dan gaya hidup tetap perlu diperhatikan, terutama dengan membatasi konsumsi garam.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
2 hari lalu

Waspada! Sering Minum Soda sejak Kecil Bisa Bikin Tekanan Darah Tinggi saat Dewasa

11 hari lalu

2,2 Juta Anak Indonesia Terdeteksi Alami Peningkatan Tekanan Darah

2 bulan lalu

Benarkah Bakso hingga Siomay Bisa Meningkatkan Hipertensi? Ini Faktanya!

2 bulan lalu

Semangka Ternyata Baik untuk Jantung, Kandungan Ini Bisa Bantu Turunkan Tekanan Darah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal