Mengapa Gerakan Diam Bisa Berpengaruh?
dr Cecep menjelaskan efek latihan isometrik berkaitan dengan perubahan aliran darah ketika otot berkontraksi dan kembali rileks.
“Kok bisa bantu? Waktu otot ditahan diam kayak gitu, tekanan di dalemnya naik dan pembuluh darah sempat kejepit bentar. Begitu fase istirahat, darah langsung ngalir deras lagi nah, momen ini yang micu keluarnya molekul Nitric Oxide, tugasnya ngebantu dinding pembuluh darah jadi lebih lentur,” ujarnya.
Selain itu, latihan menggenggam juga disebut dapat memengaruhi sistem saraf otonom dan sensor tekanan darah.
“Buat yang remas tangan, jurnal juga nunjukin ini bantu tenangin saraf simpatis sekaligus balikin sensor tekanan darah ke kondisi stabil,” kata dr Cecep.
Meski demikian, latihan isometrik bukan satu-satunya cara untuk menjaga tekanan darah. Pola makan dan gaya hidup tetap perlu diperhatikan, terutama dengan membatasi konsumsi garam.