Tak Cuma Obat, Teknologi TMS Bisa Stimulasi Area Otak Pasien Afasia

Mei Sada Sirait
Ilustrasi otak. (Foto: Ilustrasi AI)

Salah satunya melalui TMS, teknologi yang memanfaatkan stimulasi magnetik untuk memengaruhi aktivitas pada area tertentu di otak tanpa harus melakukan tindakan pembedahan.

Prof Yusak mencontohkan penggunaannya pada pasien afasia. Gangguan tersebut dapat membuat seseorang mengalami kesulitan menggunakan atau memahami bahasa sehingga kemampuan berkomunikasi terganggu.

"Orang yang dulunya afasia, enggak bisa bicara, stres dan sebagainya, yang sudahlah mengalah, sudah menerima saja obat-obatan, sekarang sudah bisa dineuromodulasi," ujarnya.

Stimulasi Otak Lebih Terarah

Prof Yusak menjelaskan salah satu perkembangan penting dalam neurosains adalah kemampuan dokter menentukan area otak yang menjadi target stimulasi dengan lebih presisi.

Pendekatan tersebut membuat terapi tidak hanya berfokus pada pemberian obat, tetapi juga dapat diarahkan pada bagian otak yang berkaitan dengan fungsi tertentu.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
13 hari lalu

Jangan Anggap Sepele Abu Vulkanik, Partikel Halus Bisa Rusak Pembuluh Darah hingga Picu Stroke

19 hari lalu

Kisah Keajaiban Aida Zaskia, Sembuh dari Stroke dan Kanker Stadium 3

24 hari lalu

Sebelum Meninggal Dunia, Tim Curry Berjuang Melawan Stroke sejak 2012

26 hari lalu

Mantan Drummer AC/DC Chris Slade Putuskan Pensiun, Stroke Jadi Alasannya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal